Emoticons, Ada Sejarahnya


Ketika Anda berbicara dengan partner Anda, Anda pasti tahu apakah lawan bicara Anda sedang marah, kesal, sedih, atau bahagia. Biasanya sih, ekspresi itu terlihat dari raut wajah, pandangan mata, gerak tubuh. Di luar itu, mungkin kalau Anda yang punya kemampuan meramal, atau sekalian jadi cenayang, mungkin Anda bisa menggunakannya.

Sekarang ini banyak sekali media komunikasi tertulis dengan menggunakan fasilitas internet. Biasanya kalau sedang online, orang-orang sekarang baik tua maupun muda yang memiliki kemudahan mengakses internet akan menggunakan situs jejaring sosial. Siapa, sih, yang tidak tahu Facebook dan Twitter?

Beberapa mungkin memilih berkomunikasi dengan pesan instan lewat messenger, misalnya menggunakan Yahoo ! Messenger. Ada juga yang memilih menggunakan e-mail. Nah, kalau sudah memakai tulisan seperti ini, apa Anda tetap bisa menentukan bagaimana ekspresi lawan bicara Anda saat itu? Mungkin bisa, namun tidak selalu. Kadang terjadi kesalah pahaman, misalnya lawan bicara sedang mengatakan hal yang serius, tapi Anda menganggap hanya bercanda.

Tapi, sekarang di fasilitas pesan tertulis itu terdapat emoticon. Emoticon adalah kombinasi dari simbol-simbol yang bisa menggambarkan ekspresi manusia. Emoticon adalah gabungan dari 2 kata, yakni emotive (emosi) dan icon (simbol). Emoticon biasanya digunakan di messenger, chat, dan e-mail. Tapi nggak jarang juga digunakan di SMS.

Sekarang, jika anda ditanya. Emoticon apa yang anda ketahui? Maka sebagian besar dari Anda pasti menjawab emoticon ‘smile’ yang merupakan kombinasi : dan ) . Emoticon tersenyum ini   bisa dibilang paling sering digunakan. Emoticon biasa disebut smiley. Makanya, orang sering menyebut emoticon dengan smiley.

variasi smiley

Emoticon dalam pesan …

Emoticon di Yahoo! Messenger

Oh, ya. Maaf ya, gambarnya rada ngeblur gitu. Soalnya pembicaraan tidak bisa diekspos. Lagian, pembicaraannya juga gak jelas, gak penting, dan gakperlu diketahui.

nah kalo dilihat dari arsipnya, jadi kayak gini. gak penting kan? hehe

Oke, lanjut ya. Scott Fahlman adalah orang yang diaggap pertama kali menemukan emoticon pada pesan di 1982. Scott bekerja di jurusan ilmu komputer Universitas Carnegie Mellon, Amerika Serikat. Para staf serta mahasiswa di universitas itu sering berdiskusi lewat internet kampus. Pesannya bisa berupa gurauan, juga berupa pesan yang serius.

(Buseeet. Gayanya nyuentrix yeaa?? Biar eksis tuh )

Karena seringkali pesan yang serius dianggap sebagai gurauan (dan sebaliknya), maka Scott berinisiatif untuk membuat emoticon. Ia menciptakan tanda untuk menunjukkan rasa senang, dan untuk sedih, marah, frustasi, dan sebagainya.


Awalnya …

Jauh sebelumnya, Harvey Ball telah menemukan Smiley. Itu loh, si gambar wajah berwarna kuning dengan berbagai ekspresi. Ada yang sedang marah, sedih, tersenyum, tertawa, takut, dan lain-lain. Wajah berwarna kuning itu adalah Smiley. Smiley diciptakan oleh Harvey pada 1963. Waktu itu, Harvey diminta oleh sebuah perusahaan asuransi untuk membuat gambar wajah yang akan digunakan untuk kartu dan kancing baju.

Tujuan penggunaan gambar wajah itu adalah untuk meningkatkan semangat karyawan perusahaan itu. Daaaaan….

Dalam 10  menit saja, Harvey berhasil membuat Smiley. Tak disangka, Smiley menjadi populer menjadi ikon internasional di tahun 70an. Hingga akhirnya pada tahun 1971, seorang jurnalis asal Perancis bernama Franklin Loufani mematenkan logo Smiley yang diberi nama “Smiley World”. Lisensi alias hak cipta logo tersebut lalu dijual ke Eropa. Logo tersebut sudah digunakan oleh lebih dari 100 negara dan 25 jenis produk barang dan jasa. Wow!

Harvey kemudian mendirikan perusahaan The World Smile Corporation. Ia mematenkan hasil karyanya pada tahun 1999. Keuntungan dari penjualan lisensi itu disumbangkan untuk membiayai yayasan amal World Smile Foundation.

Nah, sekarang…

Kita juga sudah mengenal emoticon. Coba sebutkan, emoticon apa saja yang Anda ketahui?


Aturan Emoticon

Ternyata, emoticon juga ada aturannya. Cukup sederhana, jangan gunakan emoticon untuk mengungkapkan perasaan di surat resmi. Coba aja tulis surat ke presiden Obama dengan smiley begitu. Ya, nggak masalah sih sebenarnya. Tapi kesannya jadi nggak sopan, iya nggak?

Sekarang, bila orang dewasa terlalu banyak menggunakan emoticon, ada yang berpendapat bahwa orang tersebut bersifat kekanak-kanakan. Apa iya? Hm, kalau itu seh relatif, yah. Yang pasti, chatting dengan teman serasa tidak asyik tanpa emoticon, bagi saya. Yang penting, lawan bicara tidak merasa terganggu untuk membaca pesan dengan banyak gambar smiley, hehehe

Advertisements

11 comments on “Emoticons, Ada Sejarahnya

  1. Salutation webmaster can I use some of the info from this post if I provide a link back to your website?

  2. Thank you for that terrific blog article. I really enjoyed reading it. I think u are a wonderful author. At this moment added your blog to my favorites and will return again to ur site.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s