Diary Sang Api


Api.. Api..

Ya. Kalian pasti tahu tentang api. Manusia tidak bisa hidup tanpa api. Api juga memiliki pengaruh dalam peradaban manusia. Mau tahu sejarah dan serba-serbi tentang api? Silahkan di baca…

Api digunakan sejak jaman purba

Manusia mulai menggunakan api sejak jaman purba. Diduga api telah digunakan sejak 1,4 juta tahun yang lalu. Di Kenya ditemukan bukti berupa tumpukan tanah liat bakaran dekat tulang-tulang hewan dan perkakas kasar dari batu, seperti bekas hunian manusia purba.

Sedangkan di Cina ditemukan bukti penggunaan api oleh manusia purba Homo Erectus sekitar 460 tahun yang lalu. Kalau di Prancis, ditemukan sisa-sisa tungku perapian yang berumur sekitar 400.000 tahun. Penggunaan api sendiri telah menyebar ke seluruh Afrika dan Asia sekitar 100.000 tahun yang lalu.

Kegunaannya di jaman purba

Bisa dibilang, api adalah pusat kehidupan manusia di jaman purba dulu. Bayangkan saja, bila cuaca dingin mereka akan menghangatkan diri di dekat perapian. Api menjadi sumber cahaya di malam hari. Yaiyalah, kan dulu belum ada lampu. Manusia dulu juga menggunakan obor api untuk mengusir binatang buas.

Dulunya sih, kakek moyang kita (bosan juga pakai sebutan nenek moyang) hanya mendiami bagian bumi yang hangat di sekitar khatulistiwa. Setelah menguasai cara pemanfaatan dan pembuatan api, manusia menyebar ke daerah lain yang pastinya lebih dingin.

Kita semua juga pasti tahu bila api dibutuhkan untuk memasak (ketika tidak menggunakan perabot listrik, tentunya), begitu juga pada jaman dulu. Awalnya mereka memilih untuk memakan langsung daging yang mereka dapatkan dari berburu (karena pada saat itu memang mereka belum tahu cara memasak!), atau lebih singkatnya mentahan gitu. Tapi kemudian mereka tahu bahwa daging yang dimasak ternyata lebih mudah dan lebih sedap dimakan. Jelaaass laaah .. coba dilihat nih perbedaan mentahan sama yang dimasak!

Api juga digunakan untuk membuat perkakas dan menjadi senjata perang. Sebagai contoh, dengan membakar dan membuat lubang pada balok kayu, mereka dapat membuat kano, ayunan, mangkok, dan alat lainnya. Lihat, kan. Penting sekali keberadaan api bagi manusia jaman dulu. Sampai-sampai banyak yang menjadi pemuja api (waduh!).

Api dan perkembangan peradaban

Seperti yang dikatakan tadi, api memiliki peranan dalam perkembangan peradaban. Bahkan peranannya sangat besar! Saat manusia mulai tinggal menetap dan bercocok tanam, keterampilan menggunakan api juga muncul. Penggunaannya adalah untuk membuat tembikar dan batu bata.

Salah satu peradaban manusia tertua Mesopotamia sekitar 6500 SM, diketahui telah menggunakan batu bata dan tembikar. Bangsa Mesir Kuno (1300 SM) menggunakan tungku tanah untuk membakar batu bata. Sedangkan masyarakat Babylonia dan Assyria bisa membuat tungku api yang menghasilkan suhu tinggi sehingga tembikar mereka lebih tahan lama.

Sekitar 2000 SM manusia mulai membuat lilin. Bangsa Mesir dan Yunani mulai membuat lampu minyak yang lebih baik dan juga memperkenalkan sumbu. Sejak tahun 4000 SM, para pengrajin bangsa Sumeria mencairkan tembaga untuk perkakas dengan api pada tungku tanah. Manusia juga menggunakan api arang untuk menghasilkan panas yang lebih tinggi.

Tapi di samping semua itu, manusia juga kemudian tahu bahwa api membawa bencana. Banyak kota tua yang musnah karena api. Misalnya kota kuno Troy (sekarang termasuk Turki) hancur berkali-kali karena kebakaran. Sayang sekali, tahun 48 SM, kebakaran melanda Alexandria, Mesir. Kebakaran itu memusnahkan koleksi tulisan bersejarah dari jama Yunani dan Romawi kuno.

Cara membuat api

Pada awalnya manusia menggunakan api yang berasal dari alam. Seperti sambaran kilat dan letusan gunung berapi. Kemudian, berbagai carapun dikembangkan untuk membuat api.

Menurut para ilmuwan, manusia mulai menggunakan batu api dan besi untuk emnyalakan api sejak 35.000 tahun yang lalu. Manusia purba juga menggosok kayu-kayu sampai menghasilkan bubuk kayu yang panas dan dapat terbakar.

Cara membuat api pada jaman dulu membutuhkan banyak waktu dan menguras tenaga. Soalnya, kalau api padam, mereka harus mengulangi membuat api dari awal lagi. Maka mereka juga bersusah payah untuk mempertahankan api agar tetap menyala.

Bayangkan bila cuaca sedang tidak mendukung, maka pembuatan api menjadi semakin sulit. Dengan berkembangnya peradaban, maka pembuatan api semakin maju pula. Bangsa Yunani Kuno yang terkenal pandai membuat gelas kemudian membuat lensa yang bisa digunakan untuk menangkap cahaya matahari, sehingga api bisa terbentuk.

Bagaimana dengan korek api? Asal tahu saja, yah. Korek api fosfor yang kita gunakan sekarang ini baru dikembangkan pada pertengahan abad 19!

Api di jaman modern

Nah, kalau sekarang, apa api masih penting? Semua sudah tahu pasti jawabannya. Api terus mejadi kebutuhan penting sehari-hari. Untuk memasak, menyalakan perapian, dan yang tak kalah penting adalah membakar sampah.

Pembakaran sampah jelas membutuhkan api. Ternyata sampah beracun dapat menjadi tidak terlalu berbahaya saat dibakar. Banyak benda berbahaya yang tidak dapat dihancurkan selain dengan cara dibakar.

Petani kadang juga membakar sisa-sisa padi untuk membersihkan sawah setelah panen. Tujuannya adalah tak lain mengembalikan zat hara ke dalam tanah. Tapi pembakaran lahan bisa menyebabkan kerusakan hutan.

Bagaimana api bisa menyala?

Reaksi kimia antara bahan bakar dan oksigen (O2) yang terjadi dengan cepat dan menghasilkan panas dan cahaya dikenal dengan peristiwa pembakaran (combustion). Tetapi peristiwa pembakaran tidak akan terjadi bila bahan bakar dalam keadaan normal.

Jadi, untuk menimbulkan api atau memulai pembakaran dibutuhkan tiga unsur, yang dikenal dengan sebutan Segitiga Api atau Fire Triangle. Ketiga unsur ini adalah oksigen, bahan bakar, dan panas. Bila salah satu dari ketiga unsur tersebut tidak ada, maka api tidak akan timbul.

Perlu diketahui bahwa api tidak selalu menimbulkan nyala api yang berkobar. Contohnya bisa dilihat pada arang atau batu bara yang sedang membara. Tidak terlihat kobaran api, memang. Tapi terjadi pembakaran pada bahan-bahan it dan suhunya sangat panas. Semakin putih warna bara api, maka akan semakin panas suhunya.

Api abadi

Api abadi (Eternal Flame) berarti api yang terus menyala dan tidak akan pernah padam. Tapi yang disebut “api abadi” bisa saja padam. Karena kebanyakan “api abadi” itu buatan manusia. Contohnya adalah “api abadi” berikut ini:

JFK Flame

  • JFK Flame di Arlington National Cemetery yang dinyalakan tahun 1963, padam karena disiram air suci oleh sekelompok orang dari sekolah Katolik.
  • Api Abadi untuk menghormati Elvis Presley yang dinyalakan pada tahun 1981, menyala selama beberapa tahun kemudian padam, dan tidak pernah dinyalakan lagi.
  • Api abadi Shrine of Brighid di Kildare, Irlandia dinyalakan sekitar tahun 200. Kemudian dipadamkan pada tahun 1220 atas perintah Uskup Katolik. Dinyalakan lagi dan padam lagi oleh Henry VIII sekitar abad 15. Terakhir dinyalakan lagi tahun 1993.

Api abadi Arc de Triompe

from vivh.com
Arc de Triomphe Eternal Flame

Di Prancis, ada api abadi Arc de Triompe yang terkenal. Monumen ini dibuat tahun 1806 sebenarnya untuk menyambut tentara Napoleon yang berhasil menaklukan Eropa. Sayangnya, Napoleon dikalahkan oleh Jendral Wellington. Akhirnya monumen Arc de Triompe ini digunakan untuk makam pahlawan tak dikenal. Api abadi digunakan untuk menghormati mereka. Api ini pertama kali disulut tahun 1921, dan setiap pagi diadakan upacara penyulutan kembali api abadi.

Banyak cerita konyol di sini. Seorang pria pernah terbakar bokongnya ketika berusaha memadamkan api ini dengan mendudukinya. Api ini juga sempat padam ketika para penggemar sepak bola berama-ramai buang air kecil di situ. Dan seorang pria dari Australia pernah ditangkap ketika menggunakan api abadi ini untuk memasak telur.

Nah, that’s all ..
Capek juga hehehe , sampai jumpa lain waktu !
Advertisements

One comment on “Diary Sang Api

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s