Ice Age, Mungkinkah Terulang Lagi?


Poster-Poster Ice Age
Poster-Poster Ice Age

Ketika Anda mendengar kata-kata Ice Age, apa yang terlintas di benak anda? Sebagian besar pasti mengingat sebuah film kartun 3 dimensi yang mengisahkan petualangan seekor mammoth bernama Manfred, seekor kukang bernama Sid, dan seekor harimau gigi pedang bernama Diego di kawasan yang dipenuhi es tebal. Yaitu Ice Age, sebuah periode di masa lalu, di mana hampir seluruh daratan di belahan bumi utara diliputi es tebal.  Bener nggak?

Untuk mempermudah gambaran tentang zaman es, bayangkan saja keadaan lingkungan sekitar kita seluruhnya tertutup es. Bayangkan juga perairan, laut, sungai, danau, dan lainnya semuanya beku tertutup es. Terjadi hujan salju sepanjang hari, dan suhu lingkungan selalu di bawah 0 derajat celsius!

Gambaran yang sangat menyeramkan, tentunya. Lalu, apakah film Ice age tersebut hanya merupakan khayalan semata? Apakah hewan-hewan yang dimunculkan dalam film tersebut juga hanya sekedar khayalan belaka?

Anda mau tahu jawabannya?

TIDAK

Walaupun hanya sekedar cerita, tetapi situasi yang digambarkan dalam film ini ternyata memang menggambarkan keadaan pada zaman es yang sesungguhnya. Demikian juga dengan hewan-hewan yang ditampilkan sebagai tokoh di film itu, semuanya hidup pada periode zaman es dahulu.

Selain manusia, pada masa itu bumi juga dihuni oleh beberapa makhluk hidup lain, seperti gajah berbulu, yang sering disebut mammoth, harimau bergigi pedang, yang juga dikenal dengan sebutan saber-toothed tiger, kukang, atau di dalam bahasa Inggris disebout sloth, dan masih banyak lagi binatang-binatang lain. Sayangnya, sekarang sudah tak bisa ditemukan lagi karena telah punah.

Para ahli zoologi menerbitkan sebuah teori, bahwa salah satu penyebab kepunahan hewan-hewan tersebut adalah terjadinya perubahan suhu lingkungan yang berlangsung secara drastis. Kemungkinan besar, hal itu juga terjadi karena kemunculan zaman es.

Lalu, mengapa hewan-hewan itu tidak bermigrasi ke tempat hidup lain agar terhindar dari kepunahan saat terjadi perubahan cuaca, yang mengawali munculnya zaman es?

Para peneliti sejarah dan ilmuwan memiliki jawaban sendiri. Mereka mengatakan bahwa perubahan  cuaca yang mengawali datangnya zaman es terjadi sangat cepat. Bahkan dalam hitungan detik, seluruh permukaan bumi bagian utara telah tertutup oleh es. Mereka menjawab begitu, tentu saja karena sudah memiliki bukti!

Salah satu bukti yang paling kuat dan meyakinkan adalah ditemukannya bayi mammoth yang mati dalam keadaan berdiri. Dan di dalam mulutnya masih ada rerumputan. Para ilmuwan menduga, bayi mammoth yang malang itu sedang makan di padang rumput beberapa saat sebelum terjadinya badai salju. Karena badai salju itu terjadi hanya dalam beberapa detik saja, maka mammoth malang itu tidak sempat menyelamatkan diri. Dia mati membeku seketika. Coba bayangkan bila kejadian itu terjadi di masa kini!

Hingga kini, asal muasal penyebab kehadiran zaman es masih misterius. Beberapa ilmuwan dunia masih berusaha terus mencari penyebab yang melatar belakangi peristiwa itu. Dari berbagai pemikiran mereka, teori-teori mulai bermunculan.

Teori paling awal, yang dikemukakan oleh Alfred Wegener, seorang geolog dari Jerman. Di tahun 1920, ia mengeluarkan teori yang menggemparkan dunia geologi. Ia mengatakan bahwa planet bumi terdiri dari berbagai lempeng yang senantiasa bergerak sepanjang waktu! Pergerakannya memang sangat lambat, tapi bisa diamati setelah jutaan tahun.

teori lempeng benua oleh Alfred Wegener

Teorinya juga menyebutkan, bahwa sebagian besar daratan benua cenderung bergerak semakin ke utara bumi. Daratan benua yang cenderung bergerak semakin ke utara bumi mengakibatkan turunnya suhu di sekitarnya. Dan menyebabkan sebagian besar daerah yang dihuni makhluk hidup memasuki zaman es.

Selain itu, muncul pula teori ledakan kosmik. Ledakan kosmik adalah sebuah ledakan yang sangat besar di luar angkasa, yang diperkirakan (oleh para astronom) telah terjadi sekitar 440 juta tahun yang lalu. Saking dahsyatnya, diperkirakan ledakan itu menyebabkan sebagian besar makhluk hidup di bumi mengalami kehancuran. Dan sekaligus menyebabkan turunnya suhu di atmosfer bumi.

Satu lagi teori lain, penyebabnya adalah efek rumah kaca di permukaan bumi. Menurut teori, efek rumah kaca yang terjadi karena adanya aktivitas gunung berapi dapat memicu naiknya gas karbondioksida, sehingga suhu bumi menjadi lebih panas. Panas yang berlebihan dapat mengganggu sirkulasi air laut, kemudian memicu terjadinya angin topan yang dahsyat, yang seketika itu juga menghantam bumi bagian utara, dan seluruhnya jadi tertutup oleh es.

Nah, dari sumber yang saya baca… diantara ketiga teori tersebut, teori tentang efek rumah kaca bisa dianggap sabagai teori yang paling masuk akal. Dan teori tersebut diakui oleh para ilmuwan dunia. Bahkan para ilmuwan telah berhasil membuat simulasi ulang pada sebuah super komputer mengenai peristiwa tersebut.

Hasilnya, simulasi itu dipercaya telah memberikan prediksi yang tepat tentang kejadian di jaman es pada masa lalu. Bahkan simulasi itu juga bisa memberikan prediksi tentang apa yang akan terjadi bila zaman es datang lagi di masa depan.

Lalu, apakah ice age bisa terulang kembali? Sayangnya para ilmuwan menjawab “YA!”. Bahkan mereka mengatakan bahwa datangnya ice age bisa dipengaruhi oleh tingkah manusia sendiri. Seperti yang terjadi di masa lalu, maka ice age yang bakal terjadi di waktu mendatang juga bisa disebabkan adanya efek rumah kaca.

Bedanya, jika dulu efek rumah kaca ditimbulkan oleh aktivitas gunung berapi, maka di masa depan efek rumah kaca bakan disebabkan oleh tingginya kadar emisi gas buang kendaraan, pabrik, dan lain-lain yang menghasilkan gas karbondioksida dalam jumlah banyak. Selain itu juga penggunaan freon dan aerosol yang bisa menyebabkan lapisan ozon menipis (ya ampun, udah karbondioksida kebanyakan, ozon menipis, pula!).

Keduanya tentu dapat menimbulkan masalah serius bagi bumi kita. Salah satunya adalah global warming, dan pada puncaknya diperkirakan akan terjadi sebuah badai raksasa yang akan menerjang bumi. Dan saat itulah seluruh permukaan bumi akan tertutup lapisan es, dan kejadian masa lalu itupun akan terulang…

Untuk kapan tepatnya ice age akan terulang, para ilmuwan belum bisa memprediksi dengan pasti. Kalau dikira-kira, sih, masih ratusan, atau ribuan tahun mendatang. Meski terkesan sangat lama dalam umur, tapi bagi peradaban manusia, seribu tahun adalah waktu yang sangat sedikit!

Jadi, mulai sekarang, tentukan sikap yang harus diambil. Apakah Anda akan ikut merusak bumi, atau mewariskan bumi yang indah untuk generasi berikut di masa mendatang.

Advertisements

One comment on “Ice Age, Mungkinkah Terulang Lagi?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s