Langit dan Cahaya


 

 “Kenapa langit berwarna biru?”

 

Hm, kedengarannya seperti pertanyaan anak kecil yah? Tapi jangan salah. Pertanyaan yang terkesan ‘gak penting’ itu ternyata belum bisa terjawab oleh beberapa orang. Kalau anda ditanya seperti itu dan gak bisa jawab secara logis, berarti sama seperti saya. Hehehe. Kali ini saya lagi gak sengaja baca artikel di buku tentang langit dan cahaya. Dari penjelasan saya berikut ini, coba pertanyaan tadi dijawab yah.

 

ini foto sendiri loh 😀

 

“Kenapa langit berwarna biru?”

Penjelasan awal yaitu di atmosfir bumi kita terdapat molekul-molekul udara dan debu-debu yang berukuran sangat kecil. Bahkan lebih kecil daripada panjang gelombang cahaya.

 

Selanjutnya adalah cahaya matahari yang masuk atmosfir bumi akan dihamburkan oleh partikel-pertikel kecil ini. Cahaya biru dihamburkan 16 kali lipat lebih banyak dihamburkan ketimbang cahaya merah. Cahaya ini dihamburkan ke segala arah (kayak semacam distribusi gitu). Sejauh mata memandang langit, maka mata kita akan dimasuki cahaya biru. Makanya, langit kelihatan berwarna biru.

 

Tapi kalau kita pindah ke bulan, maka langit akan terlihat berwarna hitam. Penyebabnya adalah bulan tidak memiliki atmosfer! Bahkan di bulan, kita bisa melihat bintang bertebaran di angkasa pada siang hari! Tapi sebenarnya sih, katanya para astronot, di ketinggian 15.000 meter di atas permukaan bumi, udara sudah tipis. Jadi langitpun juga tampak hitam, dan bintang di siang hari juga bisa terlihat.

 

Bagi anda yang mau lihat bintang di siang hari, ya silakan saja pergi ke bulan. Atau minta jasa penerbangan merpati untuk mengantarkan anda ke ketinggian 15.000 meter dia atas permukaan bumi. 😆

 

“Kenapa langit berwarna kadang-kadang terlihat agak putih?”

“Hamburan terjadi bila ukuran partikelnya jauh lebih kecil dibandingkan ukuran panjang gelombang cahaya yang datang. Banyaknya cahaya yang dihamburkan berbanding terbalik dengan pangkat empat panjang gelombangnya.

Panjang gelombang cahaya merah hampir dua kali lipat panjang gelombang cahaya biru/ungu, karena itu cahaya merah lebih sedikit dihamburkan dibandingkan cahaya biru.”

-Rayleigh-

 

Jika udara sedang banyak mengandung uap air (maksudnya lembap gitu, lah), sekedar info saja bahwa ukuan uap air lebih besar dari ukuran panjang gelombang cahaya. Untuk ukuran partikel yang besar ini, hamburan yang dikatakan Rayleigh tadi tidak terjadi. Akan tetapi semua cahaya dihamburkan sama besar.

 

Maka dari itulah cahaya yang tiba di mata kita adalah campuran semua warna. Ingat, kan, bahwa otak menerjemahkan warna yang bercampur-campur itu sebagai warna putih?

 

Mungkin ada yang bertanya-tanya, kenapa langit putih yang dilihat tampak kusam. Ini terjadi pada wilayah yang penuh polusi. Sebab, hamburan partikel-partikel polusi ikut bercampur dengan partikel-partikel cahaya yang saya sebutkan tadi.

 

“Mengapa langit berwarna hitam menjelang hujan?”

Ketika menjelang hujan, tetes-tetes air di udara berukuran cukup besar. Tetes-tetes air inilah yang akan turun sebagai hujan. Bila tetesan air yang kecil menghamburkan semua warna, maka tetesan yang besar ini menyerap semua warna, sehingga awan di mana tetes air ini berada akan berwarna hitam.

 

 

Nah, jadi kapan-kapan kalau ada yang tanya “kenapa langit warnanya biru?”, jangan dijawab “karena takdir”. Tapi jawab saja “saya yang ngewarnain” (gubraaak). Tapi kalau anak kecil yang tanya, contohnya anak TK gitu, saya rasa belum bisa menerima jawaban seperti yang saya tulis di artikel ini. Yang ada malah tambah bingung trus tanya-tanya lagi, akhirnya Anda yang ditanya juga ikut bingung. :mrgreen:

Advertisements

2 comments on “Langit dan Cahaya

  1. aq bingung bacanya..
    –”
    maklum, ga suka sama yang ginian.. 🙂

    tapi sakjane tertarik..
    apalagi sama gambarnya..

    *jelaslah, yang nyuruh foto loh aq..
    xD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s