Sayur Organik vs. Sayuran Biasa … Pilih Mana ???


Semua tahu, makan sayur itu wajib untuk kesehatan. Lebih menyehatkan lagi, kalau kita mengkonsumsi sayuran organik. Apa bedanya sayuran organik dengan sayuran biasa?

ORGANIK artinya organisme hidup. Berarti sayuran organik dapat diartikan sebagai sayuran yang seluruhnya berasal dari organisme hidup. Misalnya, dalam perawatan tanamannya digunakan pupuk kompos dari dedaunan yang membusuk. Sayuran organik betul-betul memanfaatkan bahan-bahan dari alam dan bebas dari bahan kimia dalam proses penanamannya.

Sayuran organik ini dipelopori oleh negara Amerika Serikat. Dan lokasi penanaman sayuran organik banyak terdapat di pegunungan dengan hawa yang sejuk.

Tampilan sayuran organik juga tidak semenarik sayuran biasa. Sayuran organik banyak terdapat lubang-lubang akibat dimakan serangga dan ulat. Yah, karena sayuran organik tidak menggunakan pestisida, insekstisida, herbisida, dan bahan kimia lainnya. Karena bahan-bahan itu berbahaya bagi kesehatan kita. Padahal, tujuan kita makan sayur kan, agar sehat?

Sayuran organik memiliki warna yang lebih cerah daripada sayuran biasa. Batang dan daunnya juga lebih tebal, dan ada label atau serifikat yang menandakan sayuran tersebut benar-benar organik. Sayuran organik juga lebih awet dan tahan lama, tidak mudah membusuk dan layu.

Hebatnya, sayuran organik bisa dikonsumsi dengan aman oleh segala usia yaitu mulai dari bayi, balita, remaja, dewasa, sampai lanjut usia. Kandungan mineral dan vitamin sayur organik lebih tinggi dari sayur-sayur biasa. Tapi, harga sayuran organik tentu lebih mahal dibanding sayur biasa. Maklum, lah. Cara penanaman yang tidak mudah dan rumit, dan lagi membutuhkan waktu dan tenaga kerja yang tak sedikit.

:: Proses penanaman sayuran organik ::

1. Bibit sayuran organik disebar di ruang penyemaian. Proses ini bisa memakan waktu hingga tiga sampai empat minggu.

2. Setelah sayuran tumbuh, kemudian dipindahkan ke lahan lain yang telah siap. Tentu saja tanahnya harus digemburkan dan diberi pupuk kandang atau kompos terlebih dahulu.

3. Di lahan tersebut, sayuran organik ditanam dengan sistem tumpangsari. Atau setiap blok lahan atau plot ditanami lebih dari satu jenis tanaman secara acak. Hal ini dilakukan agar tanaman lebih tahan terhadap hama penyakit.

4. Upaya untuk mencegah adanya hama dan penyakit dilakukan secara alami. Misalnya, tanaman umbi gadung sengaja ditanam di tengah-tengah tanaman sayuran, supaya sayuran terhindar dari hama penyakit.

5. Bila sudah tiba waktunya dan sayuran organik siap dipanen, proses panennya juga dilakukan dengan cara sederhana, misalnya menggunakan alat pemotong.

Bagaimana? Tertarik untuk mengkonsumsi sayuran organik? Atau tetap mengkonsumsi sayuran biasa? Itu semua terserah anda. Yang pasti, semoga artikel ini bermanfaat ^^

Advertisements

8 comments on “Sayur Organik vs. Sayuran Biasa … Pilih Mana ???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s